Sabu Milyaran Rupiah Di Sita BNN

Bandarnya Ngaku  “Lowyer”

Gambar

Foto ilustrasi: Narkotika Jenis Sabu

Medan, Narkotika jenis sabu seberat  6,5 kg sabu yang merupakan barang bukti yang  di sita Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumut  saat lakukan pengerebekan dirumah bandar narkoba yang  berada dikawasan  Jalan Wajir, Kecamatan Medan Maimun juga mengamankan  tujuh orang tersangka narkoba. Kamis (30/5).
Ke tujuh  orang yang diamankan di kantor BNN Sumut dikawasa Jalan Halat, Medan Area diantaranya  3 laki-laki dan 4 perempuan.

Dan salah seorang yang diamankan berinisial YDS merupakan pemilik rumah yang diduga sebagai bandar juga diamankan dari lokasi penggerebekan sarang narkoba. Sementara dua rekannya berinisial BD dan FB ditengarai sebagai pengedar (jaringan peredaran Narkoba Lintas Propinsi).

“Ada 3 laki laki dan 4 perempuan yang kita amankan dikantor, kini  mereka tengah menjalani tes dan sudah dinyatakan positif menggkonsumsi narkoba.  3 positif menggunakan narkoba, yang satu lagi istri tersangka. Ke empatnya masih ditindak lanjuti,”  Kata  Kepala BNN Sumut, Kombes Pol Rudi Trenggono di kantor BNN Sumut.

Rudi juga menyebutkan, jika penggerebekan di rumah  toko (ruko) yang berada  di sebelah karaoke keluarga di Jalan Wajir itu dilakukan pihaknya Rabu (29/5) malam, setelah sebulan melakukan pemantauan terhadap jaringan narkoba tersebut.

Di ungkapkan Rudi, jika YDS diduga merupakan bandar besarnya, dikarenakan, pada saat dia ditangkap, selain  mengamankan   barang bukti sabu-sabu dengan berat sekitar 6,5 kg,   50 butir pil ekstasi , uang tunai Rp 200 juta dan sejumlah airsoft gun juga di yakini  jika barang  tersebut adalah  milik YDS.”Sindikat ini  duga tidak menjual sabu-sabu dengan sistem eceran, karena barang ilegal itu ditemukan sedang dikemas dengan berat 100 gram tiap bungkusnya,” beber Rudi.

Sindikat YDS  ini disinyalir mendapatkan sabu-sabu dari Tanjungbalai, Sumut, yang dikirim dari luar negeri. Mereka diduga mendistribusikannya di wilayah Medan sekitarnya.”Saat YDS digeledah, kami juga menemukan kartu pers dari tangannya. Dia juga mengaku berprofesi sebagai pengacara,” tukas Rudi.

Petugas BNN juga sempat bergerak menuju ke salah satu hotel usai menggerebek rumah yang belakangan di ketahui jika rumah berlantai tiga itu milik YDS. Namun kedatangan polisi ke ruko tersebut tidak membuahkan hasil   untuk  mendapatkan tersangka lain.

Sementara itu, kasus ini masih terus dikembangkan  Tim dari BNN dan  kini masih menyebar guna menindaklanjuti pengungkapan dan penangkapan jaringan narkotika di Kota Medan. “Sementara ini masih kita kembangkan,diantaranya mengaku bekerja sebagai lowyer dan memiliki kartu pers,” Tandas Rudi. (zal)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s