Polresta Ungkap Pemalsuan Dokumen Negara

Urus KTP dan KK Rp70 Ribu, Siap Sejam

GambarMEDAN – Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Medan  meringkus dua pelaku pemalsuan surat-surat penting dan dokumen negara, seperti ijazah, kartu keluarga dan KTP, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan akta  kelahiran. Akibatnya,  kedua pelaku terpaksa diamankan petugas kepolisian dari  salah  satu rumah yang berada di kawasan Jalan Terusan, Gang Haji Nurdin, Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Kamis ( 30/5).

Kedua tersangka yang diamankan yakni,  Syaipul Hidayat(30)  warga Jalan Pipit X, Perumnas Mandala, dan Mhd Azlansyah (23)  warga Jalan Pipit IX, Perumnas Mandala. Satu tersangka lainnya  berhasil lolos dalam penggerebekan tersebut, namun aparat kepolisian telah mengetahui identitas  pelaku yang kabur tersebut  bernama Hermawan Koto alias Gobeng (34), warga Jl Terusan Gang H Nurdin Bandar Setia, Percut Sei Tuan.

Dari   tersangka, petugas  menyita sejumlah barang bukti, diantaranya  44 lembar blanko kosong akta kelahiran, 9 lembar Kartu Keluarga warna merah, 4 lembar Kartu Keluarga warna putih, komputer, mesin printer, mesin scanner, puluhan stempel dari berbagai instansi, dua lembar NPWP dan sejumlah barang bukti lainnya.

Saat  dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Yorris Marzuki SIK mengatakan, jika penangkapan kedua pelaku pemalsu  dokuen negara itu  dari informasi anggota di lapangan.

“Saat itu kita mendapat informasi ada sindikat yang bisa memalsukan dokumen-dokumen penting. Saat itu juga anggota berpura-pura untuk memesan KTP palsu kepada sindikat ini,” kata Yorris, Kamis (30/5 ) sore.

Lanjut Yoris, dari hasil penelusuran tersebut, Yorris pun memerintahkan anggotanya untuk melakukan penangkapan.

“Setelah kita (Polisi) selidiki, memang benar mereka (kawanan) itu dapat membuat KTP palsu, temponya   hanya 1 jam. Saat itu juga anggota langsung melakukan penggeledahan di rumah tersebut. dan anggota juga menyita sejumlah barang bukti dari TKP,” kata Yorris

Kedua tersangka pun  diancam dengan pasal 263 KUHPidana dengan ancaman diatas 5 tahun penjara.
Sindikat ini diketahui sudah beroperasi sejak 2011 lalu. Namun saat ini Polisi masih menelusuri  terkait dengan adanya bantuan oknum dari instansi lain dalam bisnis yang merugikan negara tersebut.

“Dokumen-dokumennya asli. ini  pasti akan kita  kembangkan, apakah ada keterlibatan pihak luar dalam kasus ini,” kata Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Yorris Marzuki.

Para tersangka ini juga mematok harga miring kepada pemesan untuk membuat ijazah dan KTP palsu tersebut.

“Harganya miring. Untuk akte kelahiran, NPWP, KTP, KK maupun ijazah, para pelaku biasanya mematok Rp 70.000 per lembarnya,” ungkap Yorris.

Kini Polisi juga sudah menetapkan status Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap satu tersangka lainnya atas nama Hermawan Koto alias Gobeng (34), warga Jl Terusan gg H Nurdin Bandar Setia, Kec Percut Sei Tuan. “Hermawan alias Gobeng tidak ada di lokasi saat kita melakukan penggerebekan. Kita juga sudah menetapkan DPO terhadap tersangka. Dia inilah otak pelakunya. Bisnis ini juga dilakukan di rumahnya,” tegas Yorris.

Sementara itu, tersangka Syaipul Hidayat mengaku hanya bertugas sebagai pekerja. Dialah yang mengantarkan KTP maupun Ijazah para pemesan jika pesanannya sudah siap.”Aku tidak tau banyak. Aku cuma pekerja. Tugasku cuma mengantarkan kalau pesanan sudah siap,” ujarnya.

Syaipul, yang dahulunya bekerja sebagai referasi Air Conditioner (AC) mengaku hanya mendapat upah Rp 150.000 setiap minggunya. “Ini semua milik si Gobeng. 1 hari biasanya kami cuma buat 3 sampai 4 biji pesanan. Aku cuma dapat 150 ribu per minggunya,” ucap ayah satu anak tersebut.(zal)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s